Okt 15 2009
Dari Workshop Jardiknas – Inherent (1)
Dari sejak saya cerita tentang ada orang yang mengirim uang jutaan ke rekening saya untuk dibelikan router Cisco hingga sekarang, sebenarnya koneksi ke Inherent belum 100% lancar. Kenyataannya malah, baru kemarin sore orang dari Lintasarta itu datang lagi setelah saya kirimi dia email. Saya pikir dia akan datang sendiri karena tahu koneksi di tempat saya belum beres. Untuk pertama kalinya pada kemarin sore itulah saya lihat sebentar apa dan bagaimana yang disebut koneksi VPN ke Inherent (Indonesia Higher Education Network). Tapi ketika saya coba lagi malamnya dengan setting yang sama, koneksi itu sama sekali tidak jalan. Dan keesokan harinya, here I am, saya ada di sebuah workshop nasional yang membicarakan tentang itu. Saya datang ke acara ini sementara saya baru beberapa detik saja kemarin melihat koneksinya sudah jalan, untuk kemudian mati lagi.
Sejak berangkat dari Bandung hingga saya tuliskan ini, di kepala saya sudah terbayang beberapa pertanyaan, tapi ketika saya sampai di hotel (Century Park) dan ngobrol dengan beberapa orang, ternyata kasus yang menimpa orang lain di tempat lain tidak kalah seru dan anehnya. Termasuk cerita tentang bagaimana mereka sampai mendapatkan koneksi Inhrent itu. Tapi yang menyenangkan adalah, workshop ini sebenarnya ajang berkumpulnya orang-orang yang pekerjaannya persis sama dengan saya. Yang menggembirakan, akhirnya saya temukan informasi tentang milis di mana orang-orang ini membentuk komunitas. Ini sudah saya cari-cari.
OK. Workshop ini dibuka oleh Direktur Jendral Dikti, Fasli Jalal, yang ketika saya terlambat masuk ruangan sedang cerita tentang betapa di Papua sana, pendidikan benar-benar sulit terselenggara, tapi dengan ICT semua itu bisa berjalan mengatasi berbagai hambatan. Singkat kata, ICT adalah sebuah terobosan yang benar-benar nyata terasakan manfaatnya. Lalu juga ada cerita tentang betapa tanpa ICT atau implementasinya yang setengah-setengah telah menjadikan banyak proses administrasi dan birokrasi, dalam hubungannya dengan PTN & PTS, sebagai penghasil tumpukan dokumen yang menggunung di kantor Dikti. Dengan ICT, proses-proses itu diharapkan menjadi lebih efisien. Nah, Jardiknas, yang bentuknya untuk perguruan tinggi disebut Inherent, adalah sebuah infrastruktur yang kedepannya akan memfasilitasi koneksi & interkoneksi segala hal itu.
Bentuk infrastruktur itu adalah VPN atau Virtual Private Network. Sudah ada sementara waktu saya mendengar istilah ini dan membaca apa pengertiannya, tapi setelah melihat dan mempraktikkannya sebentar kemarin itu, saya jadi ingin membahasakannya sendiri. Semoga benar. VPN adalah sebuah jaringan terbatas yang menggunakan cara pengaksesan konten yang sama seperti Internet (menggunakan browser dan URL yang persis sama dengan di Internet). Disebut terbatas karena konten dan koneksi yang tadinya terbuka di Internet itu dihimpun lagi dalam sebuah jaringan khusus yang akan lebih memudahkan lagi bagi orang-orang untuk mengaksesnya, terutama dari segi kecepatan. Jadi VPN nampaknya adalalah jaringan di dalam jaringan. Internet yang sudah merupakan jaringan global itu di dalamnya dibuat jaringan lagi untuk memudahkan akses pihak-pihak yang tergabung di dalamnya.
Oleh karena itu maka apa yang ada di dalam jaringan itu bisa pula diakses dari Internet secara langsung. Di sini segera muncul pertanyaan, apakah ada yang tidak bisa diakses via Internet ? Yang eksklusif hanya bisa melalui VPN ? Sejauh ini jawaban yang ada di kepala saya hanya VidCon alias Video Conference. Besarnya bandwidth di dalam VPN itu (yang rata-rata melebihi bandwidth yang normal dipakai ke Internet), digunakan untuk keperluan semacam seminar jarak jauh, kuliah, diskusi, atau apapun yang jarak jauh; menggunakan fasilitas kamera yang hasilnya langsung streaming di dalam VPN. Selain VidCon saya belum mendapatkan jawaban lain. Sempat pula terbersit, apakah sudah ada search engine yang khusus menangani konten-konten yang ada di dalam VPN ? Seorang teman ngobrol dari Jogya waktu makan malam tadi bilang bahwa itu tidak ada. Jadi, barangkali secara gampangnya, VPN ini ditujukan untuk interkoneksi ke komunitas perguruan tinggi yang resource-nya di organisir dalam bentuk situs; situs yang sama yang juga accessible via Internet, hanya bila diakses via VPN akan jauh lebih cepat.
Saya sengaja menuliskan ini dengan beberapa detil tertentu, sekaligus mendokumentasikan apa yang sekarang sedang hangat di pikiran saya. Sebab kalau tidak, bisa jadi karena banyak pekerjaan lain saya out of touch dan lupa. Selain itu, ini untuk mengobati kekesalan saya sendiri ketika searching ingin tahu apa itu Jardiknas, Inherent, VPN, dan segala macam istilah lain yang terkait, termasuk nanti yang teknis seperti menghubungkan router Cisco atau apa itu OSPF. Ketika itu saya hanya menemukan sedikit tapi tidak jelas, kalaupun ada itu selalu dengan bahasa yang tidak komunikatif atau barangkali 100% eksklusif teknis informatika. Mungkin memang saya kurang sabar ketika search, tapi kalau benar memang selama ini tidak ada, saya berpikir; masa di antara sekian banyak orang yang datang di workshop ini tidak ada yang menuliskan apa yang dia tahu ?
Dan saya tidak mau termasuk orang yang seperti itu!